Sabtu, 22 Juni 2013

Hey#

Hey
Jangan lagi kau datang dan hanya mengetuk pintu hatiku
Mematung tanpa isyarat yg dapat ku jawab
Hanya berdiam di depan sana
Mata mu berkeliaran di setiap sudut rumah ku
Airmata mu tak mampu ku terjemahkan menjadi kata yg dpt kita pahami
Karena airmata itu bukanlah menangisi ketiadaanku di hadapan mu
Itu hanya akan menjadi laraku

Hey
Jangan lagi kau datang dan hanya mengetuk pintu hatiku
Jika hadirmu hanya menjadi tangisku
Jika kau hanya datang untuk permisi akan kepergianmu
Itu hanya akan menjadi sepiku

Hey
Jangan lagi kau datang dan hanya mengetuk pintu hatiku
Jika kau hanya akan pergi merangkulnya dlm dekapan mu
Itu hanya akan menambah luka di hatiku
Lihatlah aku, luka ini semakin menganga karenamu

Kamis, 20 Juni 2013

2#

Matahari segera di gantikan bulan dan bintang
Ku lihat langit masih terang

Jingga senja yang ku suka
Sayup-sayup mengumpulkan kekuatan untuk kembali ke dunia nyata
Jiwa ku bangunlah
Tinggalkan mimpi yang hanya menjadi momok masa depan
Kumpulkan remah-remah kebahagiaan yang masih tersisa
Hapuskan lara di ujung bibir yang ku kulum bersama sendu yang terukir

Rabu, 19 Juni 2013

Touring To Tinggi Raja, Kabupaten Simalungun

Tinggi Raja
Nama yang pernah aku dengar dari seorang EO yang pernah membawa ku trip ke Pulau berhala sebelumnya. dari Info yang kami dapat, Tinggi raja terletak di Desa Dolok Marawa, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Yupz...
17-20 Juni 2013 dimana kampus lagi sterilisasi ruang untuk SBMPTN jadi kami punya kesempatan untuk liburan berhubung aktivitas kuliah di tiadakan selama 4 hari. Senin, 17 Juni 2013 aku bersama rombongan berangkat ke Dolok Tinggi Raja sekitar jam 8 pagi. Jalur yang kami lalui antara lain  Medan – Lubuk Pakam – Galang – Dolok Masihul – Dolok Tinggi Raja, dengan jarak kurang lebih 98 km dengan kecepatan motor 50-60 km/jam.

Perjalanan yang kami lalui kali ini cukup menantang. Dari Medan-Galang masih aman. Perjalanan terus berlanjut sampai kami memasuki perkampungan daerah Dolok Masihul, track sudah mulai buat pinggang pegel, jalanan berbatu dan berdebu. Melewati ladang karet dan sawit dengan sangat jarang sekali rumah warga.

Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam kami tiba di lokasi. Dengan berjalan kaki sedikit kita akan mendapatkan 2 tujuan tour sekaligus. Yang pertama, dari sisi kanan dan sedikit jalan ke atas akan menjumpai hamparan bukit kapur dan kawah air panas yang biru sedangkan disisi kiri ada sungai dan tebing kapur.

 Hamparan putih yang tandus. Hanya terlihat beberapa tumbuhan yang bertahan disana yang di dominasi oleh tumbuhan suku Pandanaceae, Orchidaceae (anggrek liar), dan Poaceae (ilalang). Suhu di daerah kawah cukup panas dan aroma sulfur yang menyengat. Air yang Biru dan jernih menggelitik ku untuk mandi..tapi ow ow air nya panas. Setelah beberapa kali mengabadikan moment dengan kamera pocket, kami beranjak ke tujuan selanjutnaya yaitu sungai yang air nya dingin, namun ada tetesan air panas dari tebingnya.



Let's go
hanya menuruni sekitar 100 an anak tangga, kami pun tiba di lokasi ke dua. Kali ini hamparan tebing yang berwarna-wanri. Tetesan air panas membentuk relief alam ciptaan Allah Swt. merupakan mahakarya yang indah. Rasa penat dan lelah hilang seketika ditambah indahnya alunan riak sungai yang mengalir di bawah sana.





Sedikit di tinjau dari sisi Lingkungan, tempat ini kurang terjaga. dapat  dilihat dari beberapa tumpukan sampah pengunjung di dekat aliran sungai. Kerusakan akibat ulah tangan manusia. Namun dari segi ilmu pengetahuan ada hasrat yang menggelitik untuk meneliti potensi bakteri thermofil membentuk biofilm di sekitar tebing yang membuat tebing menjadi berwarna. Yang aku pikirkan saat itu kali aja bisa meneliti potensi enzim dari bakteri tersebut untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Walaupun aku bukan bidang Mikrobiologi tapi aku tetap Mahasiswa Biologi, hasrat ingin tahu yang sering tiba-tiba muncul akan objek penelitian.


yang bisa aku katakan saat itu hanya Subhanallah indahnya....




Selasa, 18 Juni 2013

1#

Aku tak punya alasan tuk tetap bertahan
Tapi aku juga tak punya kekuatan tuk berlari dari kenangan
Bayangan itu terlalu indah seperti fatamorgana
Ingin segera berlari dan berkelana
Tapi raga ini blum menemukan ruang yang mampu menghentikan langkah kaki ku
Sebatas lorong...,gelap....,ujung yang masih buntu


Tuhan berikan aku cahaya
Ku harap kemilaunya mampu tidurkan aku dalam mimpi yang panjang
Menemukan jalan untuk keluar dan berlari
Temukan cara untuk melunturkan perasaan ini terhadapnya
Sakit
Cukup sakit menahan rasa yang kuyakini dia mengetahuinya

Penantian yang sia-sia

Hatiku hancur
Bukan lagi segumpal darah segar bernyawa
Bahkan kini ia tak lagi mampu bercerita
Melunak dan hancur berkeping

Terburai tak berarti